RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. Identitas
Satuan Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)
Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Kelas/semester :
VII/I
Pertemuan ke :
V
Materi pelajaran : Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah
Alokasi waktu :
2 x 40 menit
B. Standar Kompetensi
Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
C. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan sejarah Nabi Muhammad SAW hijrah ke
Madinah.
D. Indikator
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian tentang hijrah
2. Siswa mampu menjelaskan hijrah Nabi dan para sahabat dari
Makkah ke Madinah
3. Siswa mampu menjelaskan hikmah atau makna dari Hijrah
Nabi
E. Tujuan
Pembelajaran
Dengan metode dan strategi yang digunakan diharapkan
mampu menciptakan pembelajaran yang menarik dan memberi kemudahan bagi siswa
dalam menjelaskan serta mengetahui arti dari hijrah, kemudian dapat menjelaskan
hijrah nabi dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah, dan dapat menjelaskan
hikmah atau dari Hijrah Nabi.
F. Karakter
Siswa yang Diharapkan
1. Hormat
2. Religius
3. Disiplin
4. Tanggung jawab
5. Teliti/ cermat
6. Aktif
7. Rasa ingin tahu
8. Tekun
9. Mandiri
10. Komunikatif
11. Demokratis
12. Percaya diri
G. Materi Pokok (terlampir)
Pengertian hijrah
Sejarah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah
Hikmah/makna hijrah Nabi Muhammad Saw.
H. Metode
Pembelajaran
Metode Ceramah, Walking Card, Post tes
I. Langkah-langkah
Pembelajaran
Tahapan
|
KBM
|
Nilai Karakter
|
Alokasi waktu
|
|
Kegiatan Guru
|
Kegiatan
Siswa
|
|||
Bagian Awal/intro
|
1.
Guru Memberi salam pembuka.
2.
Memimpin berdoa.
3.
Guru Menanyakan kehadiran siswa
4.
Guru mengevaluasi beberapa point
materi pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
5.
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran (kompetensi yang akan dicapai)
6.
Guru menanyakan siswa tentang
lingkup materi yang akan dipelajari.
|
Menjawab
salam.
Berdoa
Memberikan informasi tentang kehadiran
teman-temannya.
Siswa menjawab pertanyaan dari guru
Siswa memperhatikan.
Siswa menjawab pertanyaan dari guru.
|
Hormat
Religius
Disiplin
Tanggung jawab
Teliti/cermat
Aktif dan rasa ingin tahu.
|
15 menit
|
Bagian inti
a.
Eksplorasi
b.
Elaborasi
c.
Konfirmasi
|
a.
Eksplorasi
1.
Guru menjelaskan sedikit tentang
pengertian hijrah
2.
Guru memberikan penjelasan secara
singkat tentang hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah.
3.
Guru memberi PR disela-sela
pembelajaran inti berlangsung.
4.
Guru menanyakan kepada siswa atas
apa yang sudah dijelaskan.
b. Elaborasi
1.
Guru memberikan intruksi.
2.
Guru membagikan kartu/kertas
kepada siswa.
3.
Guru menyuruh siwa menulis
kalimat sesuai perintah guru.
4.
Guru menyuruh menggeser kartu ke
teman disebelahnya, dan meneruskan/ menyambung kalimat yang sudah tertulis
dikertas yang berisikan saran.
5.
Guru menghentikan penulisan
kalimat dan dilanjutkan membacakan di depan kelas salah satu murid.
6.
Guru memberikan tanggapan.
c. Konfirmasi
1.
Guru memberikan tanggapan positif
sebagai penguatan dan kesimpulan dalam
bentuk lisan maupun tulisan kepada siswa.
2.
Guru Memberi motivasi kepada
siswa yang kurang atau belum aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
3.
Guru memberikan post tes
|
Siswa memperhatikan dan mendengarkan
Siswa memperhatikan dan mendengarkan
Siswa mengerjakan tugas PR dirumah
Siswa menanggapi
Siswa memperhatikan dan mendengarkan.
Siswa menerima
Siswa melakukan perintah guru.
Siswa melakukan perintah.
Siswa melakukan perintah
Siswa menanggapi
Siswa memperhatikan dan mendengarkan
Siswa mendengarkan
Siswa mengerjakan
|
Rasa hormat dan cermat
Rasa hormat dan cermat
Mandiri dan tanggung jawab
aktif
hormat
patuh/taat
patuh/taat dan tanggung jawab
patuh/taat dan tanggung jawab
Taat/patuh dan tanggung jawab
Disiplin
Tanggung jawab
Motivasi
Tanggung jawab |
50 menit
|
Bagian Akhir/ penutup
|
1.
Guru menyimpulkan dan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
2.
Guru menyampaikan rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
3.
Guru memimpin doa dan menutup
4.
Guru memberi salam penutup
|
Siswa memperhatikan kesimpulan dan
siswa bertanya
Siswa memperhatikan
Siswa berdoa
Siswa menjawab salam
|
Hormat dan demokratis/komunikatif
Taat/patuh
Religius
Religius dan hormat.
|
15 menit
|
J. Alat dan
Sumber Belajar
1.
Alat/ Media
a. White board and spidol
b. Kertas and alat tulis
c. Laptop and LCD
2.
Sumber belajar
a. Chalil,
Moenawar . 2001. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Jakarta : Gema Insani.
a. Hasan Ali Al-Hasany An-Nadwy, Abul. 1989. Riwayat
Hidup Rasulullah SAW. Surabaya : Bina Ilmu.
b. file:///K:/rpp%20hijrah%20nabi%20muhammad.html,
di unduh pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012, jam 11:35.
c. file:///K:/MAKNA%20HIJRAH%20%C2%AB%20Muhammad%20chandra%27s%20Blog.htm,
diunduh pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012 jam 11:56.
d. file:///K:/Muhammad.htm, diunduh pada hari
sabtu, 20 Oktober 2012 jam 11:58.
K. Penilaian
1. Tes Tulisan (Post tes) dan jawaban terlampir
Instrumesnt (Uraian) :
1. Jelaskan apa arti hijrah ? (skor 20)
2. Mengapa Nabi melakukan Hijrah
ke Madinah? (skor 20)
3. Kapan hijrah nabi ke Madinah? (skor 20)
4. Siapa yang berangkat bersama
Nabi malam-malam untuk hijrah ke Madinah? (skor 10)
5. Siapa pemuda Quraysi yang mengepung rumah Nabi di Mekkah? (skor 10)
6. Pelajaran apa yang dapat
kalian ambil setelah belajar sejarah hijrah Nabi ke Madinah? (skor 20)
2. Non Tes (penilaian karakter terlampir)
Yogyakarta, 6 November 2012
Mengetahui
Kepala
Sekolah
Dr.
Muqowim, M.Ag
NIP: 150285981 |
Guru
Umi
Uswatul Khasana S. Pdi
NIM:10411015
|
Lampiran
Materi Sejarah Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Mekah
1.
Arti Hijrah dan keteranngannya
Kata hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti meninggalkan suatu
perbuatan atau menjauhkan diri dari pergaulan atau berpisah dari suatu tempat
ketempat yang lain. Sedangkan hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke
Madinah merupakan Hijrah (berpindah) dari negeri atau daerah orang-orang kafir
atau musyrik kenegeri atau daerah orang-orang muslim. Hijrah juga wajib
dilakukan oleh setiap orang Isalm yang berdiam atau tinggal di negeri atau
daerah orang-orang kafir atau musyrik, padahal ia tidak kuasa membongkar atau
memusnahkan keadaan-keadaan dan perbuatan-perbuatan mereka yang nyata-nyata
dilarang oleh Allah. Oleh karena itu, kaum muslimin wajib berpindah (berhijrah)
ke negeri atau daerah lain yang kirannya dapat jauh daripada keadaan-keadaan
dan perbuatan-perbuatan yang terkutuk oleh Allah itu.[1]
2. Hijrah Nabi dan para sahabat
dari Makkah ke Madinah
Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk
beziarah ke Bait Allah atau Ka'bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam kunjungan tersebut. Muhammad
melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara
mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib.
Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk
Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam,
mereka lalu bersumpah untuk melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari
kekejaman penduduk Mekkah.
Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke
Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin
Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir
dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk
berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi
keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan
memutuskan berhijrah ke Yastrib pada tahun 622 M.
Masjid Nabawi,
berlokasi di Madinah, Arab Saudi.
Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah,
masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa
bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk
mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama
kurang lebih dua bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan
serangkaian perjanjian, akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke
Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622
dikenal sebagai Madinah atau Madinatun Nabi (kota Nabi).
Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan
Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah,
begitupun kaum minoritas Kristen dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke
Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman
pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi
semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah
bersatu di Madinah.[2]
Pada periode Makkah tahun ke-11 dari kenabian,
ada beberapa orang Yastrib datang ke Makkah dan bertemu dengan Nabi
Muhammad SAW. Nabi menyeru mereka untuk masuk Islam, kemudian mereka
mempercayai kenabiannya, mengucapka sumpah setia dan menyatakan masuk Islam.
Ada dua kali terjadi sumpah setia (bai’at)
antara Nabi dengan orang-orang Yastrib. Sumpah setia pertama (Bai’at
al-Aqabah al-Ula) terjadi pada tahun 621 M berisikan pernyataan bahwa
orang-orrang Yastrib menerimanya sebagai Nabi dan mematuhi perintahnya serta
menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Pada tahun 622 M Nabi kembali bertemu
dengan 75 orang dari Madinah. Dalam pertemuan ini Nabi juga membai’at mereka.
Kejadian inilah yang menjadi sumpah setia yang kedua (Bai’at al-Aqabah
al-Tsaniyah) yang berisikan pernyataan bahwa mereka tidak hanya menerima
Muhammad sebagai Nabi dan menjauhi perbuatan dosa, akan tetapi juga sanggup
berperang membela Tuhan dan Rasul-Nya.
Disamping itu mereka juga mengajak dan sangat
mengharapkan kedatangan Rasulullah kenegeri mereka. Yastib saat itu sangat
mengharapkan seorang pemimpin yang bisa diterima oleh berbagai pihak. Hal ini
disebabkan karena di Yastrib sedang terjadi permusuhan antara orang Yahudi
dengan orang Arab serta antara suku Aus dengan suku Khazraj.
Sekembalinya orang-orang yang di bai’at ke
Madinah, makin hari makin banyak penduduk Madinah yang memeluk agama Islam.
Tetapi kaum muslimin yang berada di Makkah semakin menderita dan mengalami
kesengsaraan dari kaum musyrikin Quraisy. Kaum Quraisy semakin meningkatkan
gangguannya pada kaum muslimin semenjak mereka tahu adanya orang-orang dari
Madinah yang mendukung misi Rasulullah SAW. Oleh karena itu Allah memerintahkan
agar Nabi Muhammad SAW segera pindah/hijrah ke Yastrib/Madinah.
Setelah turun perintah hijrah, maka nabi
meninggalkan rumah dan tanah kelahirannya untuk berhijrah ke Madinah bersama
Abu Bakar pada tanggal 12 Rabiul Awal/24 September 622 M yang sebelumnya telah
didahului oleh beberapa orang sahabat. Setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah
sampai dengan wafatnya Nabi pada tahun 632 M disebut dengan
periode Madinah[3].
3.
Hikmah dari Hijrah Nabi ke Madinah
Pelajaran yang dapat diambil dari Hijrah nabi SAW bahwa Dakwah dan Akidah
membutuhkan pengorbanan yang besar sekali. Keduanya memaksa seorang untuk
meninggalkan segala apa yang keduanya memaksa seorang untuk meninggalkan segala
apa yang disenangi baik, harta, keluarga, kawan maupun tempat kelahiran. Kita telah
tahu bahwa kota Mekkah selain sebagai tempat kelahiran Nabi dan para
sahabatnya, kota tersebut merupakan kota yang dirindukan oleh setiap orang.
Karena dikota itulah Ka’bah berada. Dimana setiap orang pasti menyintainya.
Namun demi untuk tegaknya Aqidah dan Dakwah Islamiah terpaksa Nabi dan para
sahabat meninggalkan kota Mekkah beserta keluarga yang mereka cintai, diwaktu
kota tersebut penduduknya tidak menyenangi Islam.[4]
Point yang cukup penting dalam berhijrah adalah usaha maksimal yang
dilakukan. ketika kita sudah bertekad untuk berhijrah, maka sepantasnyalah kita
berusaha dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan hijrah itu. Setelah kita
telah berusaha dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membantu kita dalam
menjalani hijrah kita. Contoh nyatanya terdapat pada hijrah Nabi Muhammad
bersama Abu Bakar dari Mekkah ke Madinah. Seperti yang sudah saya utarakan
sebelumnya, hijrah Nabi SAW dilaksanakan dengan perencanaan yang matang serta
usaha yang maksimal. Ketika dikejar kaum kafir, Nabi SAW bersama Abu Bakar
terpaksa bersembunyi di dalam gua. Saat itu, keadaan mereka sungguh terjepit
dan tidak ada usaha lain yang dapat dilakukan selain bersembunyi. Di dalam gua,
Abu Bakar menangis karena khawatir akan keselamatan Nabi yang terancam. Namun,
tidak ada hal lain yang perlu ditakutkan karena Nabi telah berusaha dan
bertawakkal kepada Allah. Tanpa diduga, seekor laba-laba membuat sarang dengan
cepat di pintu masuk gua. Inilah pertolongan Allah bagi hamba-hambaNya yang
telah berusaha. Adanya sarang laba-laba di pintu masuk gua akan mengelabui
orang yang datang bahwasanya tidak mungkin ada orang di dalam gua.
Pertolongan-pertolongan gaib semacam ini akan muncul jika kita memang telah
berusaha secara sungguh-sungguh dalam berhijrah[5].
Perlu kita sadari pula, bahwa keberhasilan kita dalam berhijrah ditentukan
pula oleh seberapa sesuainya diri kita kepada sistem hijrah yang kita jalani.
Misalnya, ketika kita berhijrah untuk rajin solat. Kita akan berhasil apabila
kita melaksanakan sistem hijrah itu dengan baik. Sistem yang berlaku pada kasus
ini adalah seberapa patuhnya kita untuk tetap melaksanakan solat. Jika dalam
menjalani hijrah kita masih saja “mencuri-curi”untuk tidak solat, artinya kita
telah melanggar sistem hijrah yang ada. Tentunya, hasilnya pun akan percuma.
Wallahua’alm.
Post Tes
Soal Uraian
Jawablah dengan singkat dan jelas
!!!
1.
Jelaskan apa arti hijrah dan hijrah nabi
Muhammad?
2.
Mengapa Nabi melakukan Hijrah ke
Madinah?
3.
Kapan hijrah nabi ke Madinah?
4.
Siapa yang berangkat bersama Nabi
malam-malam untuk hijrah ke Madinah?
5.
Siapa pemuda Quraysi yang mengepung rumah Nabi di Mekkah?
6.
Pelajaran apa yang dapat kalian ambil
setelah belajar sejarah hijrah Nabi ke Madinah?
Jawaban
:
1.
Kata hijrah berasal dari bahasa Arab
yang berarti meninggalkan suatu perbuatan atau menjauhkan diri dari pergaulan
atau berpisah dari suatu tempat ketempat yang lain. Sedangkan hijrahnya nabi
Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah merupakan Hijrah (berpindah) dari negeri
atau daerah orang-orang kafir atau musyrik kenegeri atau daerah orang-orang
muslim.
2.
Karena adanya:
·
Kesulitan-kesulitan Nabi SAW dalam
berdakwah
·
Tekanan-tekanan kaum Quraisy terhadap
pengikut-pengikut Nabi SAW dan terhadap diri Nabi Muhammad
·
Keadaan masyarakat Madinah
·
Gerakan dakwah menanamkan Islam di
Madinah
3.
Pada tanggal 12 Rabiul Awal/24 September
622 M.
4.
Abu Bakar Assidiq.
5.
Suraqah
6.
Hijrah nabi SAW sesungguhnya bahwasanya suatu Dakwah dan
Akidah yang membutuhkan pengorbanan yang besar sekali. Keduanya memaksa seorang
untuk meninggalkan segala apa yang keduanya memaksa seorang untuk meninggalkan
segala apa yang disenangi baik, harta, keluarga, kawan maupun tempat kelahiran.
Penilaian Non Tes (karakter)
No.
|
Nama
Siswa
|
Karakter/
sikap
|
|||||
Disiplin
|
Tanggung
jawab
|
Keaktifan
|
|||||
Absensi
|
Keseriusan
|
Hasil
karya
|
Presentasi
|
Bertanya
|
Menanggapi
|
||
1
|
Anggi
|
||||||
2
|
Dian
|
||||||
3
|
Pegas
|
||||||
4
|
Rani
|
||||||
5
|
Yesi
|
||||||
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW KE MADINAH
RPP
ini dibuat guna memenuhi tugas individu mata kuliah : SKI dan Pembelajarannya
Dosen
Pengampu : Dr. Muqawim, M. Ag.

Disusun oleh :
Umi
Uswatul Khasanah (10411015)
Kelas : PAI A / Semester V
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2012
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2012
[1]
K. H. Moenawar Chalil, Kelengkapan
Tarikh Nabi Muhammad, (Jakarta : Gema Insani, 2001), Hal. 122-123
[2] file:///K:/Muhammad.htm,
diunduh pada hari sabtu, 20 Oktober 2012 jam 11:58.
[3] file:///K:/rpp%20hijrah%20nabi%20muhammad.html,
di unduh pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012, jam 11:35.
[4]
Abul Hasan Ali Al-Hasany
An-Nadwy, Riwayat Hidup Rasulullah SAW, (Surabaya : Bina Ilmu, 1989),
Hal. 143.
[5]
file:///K:/MAKNA%20HIJRAH%20%C2%AB%20Muhammad%20chandra%27s%20Blog.htm,
diunduh pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012 jam 11:56.
thanks y uhkti uswatul..,smg berkah.., slm knal y...
BalasHapus